3/16/2013

Suriah Ultimatum Pemberontak di Libanon

Kabar Perang-Beirut: Suriah telah memperingatkan pihaknya mungkin menyerang para pemberontak yang bersembunyi di negara tetangga Libanon jika tentara Libanon tidak bertindak, karena  kesabarannya "bukan tanpa batas", kata kantor berita negara SANA, Jumat (15/3).

Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan kepada timpalannya di  Libanon Kamis malam bahwa "sejumlah besar" gerilyawan telah menyeberang ke perbatasan Libanon utara ke kota Suriah Tel Kalakh selama dua hari terakhir, kata SANA.

"Suriah mengharapkan pihak  Libanon  mencegah kelompok teroris bersenjata itu dari menggunakan perbatasan sebagai titik penyeberangan, karena mereka menargetkan rakyat  Suriah dan melanggar kedaulatan Suriah," kata kabel diplomatik.

Pesan mengatakan "kesabaran Suriah  bukanlah tanpa batas", meskipun "pasukan Suriah sejauh ini menahan diri dari menyerang geng-geng bersenjata di dalam wilayah Libanon."

Pertempuran di dekat perbatasan mengakibatkan sejumlah besar korban, kata SANA, sebelum orang-orang bersenjata itu mundur ke Libanon.

Libanon memiliki kebijakan "pemisahan" dari dua tahun perang sipil di Suriah, tetapi para pejabat mengatakan mereka merasa negara mereka  semakin berisiko terseret ke dalam konflik yang PBB katakan  telah menewaskan 70.000 warga Suriah.

Lebih dari satu juta warga Suriah diyakini telah berada di penampungan  Libanon. Mereka hidup di antara  empat juta penduduk negara itu, yang berjuang untuk mengatasi kerusakannya akibat perang saudara 1975-1990, dan ketegangan sektarian  antara umat Kristen, Sunni dan Syiah  yang telah meningkat karena  pertempuran di Suriah.

Ketegangan-ketegangan antara kelompok-kelompok Libanon yang mendukung oposisi Suriah dan orang-orang yang mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad telah makin intensif dan kadang-kadang berubah menjadi kekerasan.

No comments:

Post a Comment