7/07/2015

Boko Haram Serang Masjid, 97 Orang Mati

Pasukan Nigeria hadapi Boko Haram

Boko Haram Serang Masjid, 97 Orang Mati - Maiduguri: Ekstremis Boko Haram menembak nyaris 100 jemaah yang sedang beribadah di masjid-masjid sekitar timur laut Nigeria sepanjang bulan ramadan. Hal itu disampaikan pemerintah setempat, Kamis lalu. Menurut saksi, serangan pada Rabu malam di Kukawa terjadi sehari setelah ekstremis Islam menyerang sebuah desa dan menewaskan 48 orang dan anak laki-laki.

Menurut saksi mata, pada Selasa malam, kelompok itu menyerbu desa Mussaram. Mereka meminta perempuan dan laki-laki untuk berpisah kemudian membunuh laki-laki dan anak-anak.

"Total 48 laki-laki meninggal di tempat sementara 17 lainnya mengalami luka berat," kata pejabat pertahanan setempat Maidugu Bida yang ikut membantu menguburkan korban, seperti dilansir AP.

Rabu malam, peristiwa sadis itu kembali terulang. Masyarakat Kukawa berada di beberapa masjid untuk beribadah ketika ekstremis menyerang. Menurut juru bicara pertahanan Abbas Gava dan pejabat senior yang enggan disebutkan namanya, secara keseluruhan, ekstremis membunuh 97 orang yang didominasi laki-laki.

Sedangkan menurut Gava, kelompok itu juga memasuki rumah penduduk dan membunuh perempuan serta anak-anak ketika sedang menyiapkan makan malam.

Sebelumnya, pada Senin, dua bom bunuh diri meledak di sekitar Maidugiri hanya satu jam sebelum Wakil Presiden Nigeria Yemi Osinbanjo tiba. Ia mengunjungi tempat itu untuk melihat kondisi ribuan orang yang diungsikan akibat pemberontakan Islam lima tahu lalu. Peristiwa itu membunuh lebih dari 13 ribu orang dan membuat 1,5 juta orang harus keluar dari rumah mereka.

Kukawa terletak 180 kilometer dari timur laut Maidugiri, kota terbesar di Nigeria dan dikenal sebagai tempat lahirnya Boko Haram.

Read more ...

7/06/2015

Serangan AS di Markas ISIS Tewaskan 6 Warga Sipil

Warga melihat bangunan yang rusak terkena serangan udara AS di kota Raqqa, Suriah, 11 November 2014.

Serangan AS di Markas ISIS Tewaskan 6 Warga Sipil - Raqa: Enam warga sipil, termasuk seorang bocah, berada di deretan 22 korban tewas dalam serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) terhadap kelompok militan Islamic State (ISIS) di Raqa, Suriah.

Demikian dilaporkan grup Syrian Observatory for Human Rights, Minggu (5/7/2015). Selain enam warga, sisa korban tewas lainnya adalah militan ISIS.

Puluhan orang juga terluka dalam serangan terbaru koalisi ini.

"Ini adalah pendekatan terbesar yang kami lakukan di Suriah dan akan berimbas pada lumpuhnya kemampuan ISIS untuk bergerak dari Raqa," ujar juru bicara koalisi Letnan Kolonel Thomas Gilleran, seperti dilansir AFP.

Pekan lalu, AS dan sekutunya melancarkan enam 23 serangan udara dalam satu hari terhadap ISIS di Irak dan Suriah.

Dalam enam serangan di Suriah, misil jet tempur mengenai empat posisi ISIS di dekat Kobani. Sejumlah kapal, kendaraan dan lubang perlindungan ISIS hancur dalam serangan ini.

Menurut laporan militer AS, serangan juga mengenai area dekat Ar Raqqah dan Al Hasakah.

Sementara di Irak, lima dari 17 serangan udara menghantam area dekat Tel Afar. Misil koalisi juga menghantam ISIS di dekat Mosul, Sinjar, Baiji dan lokasi lainnya.

Read more ...

7/04/2015

Boko Haram Lakukan Serangan, 150 Orang Dilaporkan Tewas

Militan Boko Haram

Boko Haram Lakukan Serangan, 150 Orang Dilaporkan Tewas - Borno: Kelompok militan Boko Haram melakukan serangan membabi buta di wilayah Kukawa, Nigeria. 150 orang dilaporkan tewas dalam serangan selama dua hari itu.

Militan Boko Haram yang dikenal sadis ini dilaporkan menyerang masjid setempat, sebelum akhirnya menyerang rumah-rumah.

"Seratus orang tewas dalam serangan di Kukawa pada Rabu (1/7/2015)," ujar pejabat daerah setempat Mohammed Tahir, seperti dikutip DPA, Jumat (3/7/2015).

"Serangan itu terjadi di saat datang waktu salat dan mereka menyerang berbagai masjid. Pelaku mengumpulkan para korban dan melepaskan tembakan," tutur Tahir.

Menurut Tahir, serangan dilakukan saat waktu salat agar Boko Haram lebih mudah mengumpulkan korban.

Sementara serangan lainnya di Nusharan, wilayah Monguno, 48 orang dilaporkan tewas pada Selasa (2/7/2015).

"Mereka (Boko Haram) mengumpulkan pria sebanyak mungkin di desa itu kemudian menembak korban. 48 dari mereka tewas sementara 13 lainnya selamat dan masih dalam kondisi kritis dirawat di Rumah Sakit Monguno," lanjut Tahir.

Bagi Tahir, serangan sangat mungkin terjadi karena tidak ada kehadiran pihak militer di wilayah tersebut.

Negara bagian Borno mengalami lonjakan serangan yang diduga dilakukan Boko Haram sejak Presiden Muhammadu Buhari menjabat pada 29 Mei 2015.

Lebih dari 10.000 orang dilaporkan tewas selama pemberontakan enam tahun yang dilakukan Boko Haram untuk mendirikan negara Islam.

Read more ...

7/02/2015

Roket Pemberontak Yaman Bunuh 20 Warga Sipil

Pemandangan umum kota Aden, Yaman.

Roket Pemberontak Yaman Bunuh 20 Warga Sipil - Aden: Pemberontak Houthi menembakkan belasan roket ke arah distrik perumahan di kota Aden, Yaman, Rabu (1/7/2015). Sedikitnya 20 warga sipil tewas dan 41 lainnya terluka.

Menurut juru bicara loyalis presiden Yaman, Ali al-Ahmadi, pemberontak dan sekutunya menggempur distrik Al-Mansura dengan 15 roket Katyusha dari Dar Saad.

"Serangan roket dimulai sebelum fajar saat jalanan mulai ramai di tengah pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadan," ucap Ahmadi kepada AFP.

Serangkaian roket lanjutan juga menghantam para pelayat yang sedang menguburkan korban serangan sebelumnya.

"Banyak dari korban luka berada dalam kondisi serius," tutur seorang petugas medis.

Aden adalah tempat perlindungan terakhir Presiden Abedrabbo Mansour Hadi sebelum dirinya melarikan diri ke Arab Saudi pada Maret lalu.

Read more ...

7/01/2015

PBB: Tentara Sudan Selatan Perkosa dan Bakar Gadis Muda

Tentara Sudan Selatan berpatroli di desa Bor, Sudan Selatan, 26 Januari 2014.

PBB: Tentara Sudan Selatan Perkosa dan Bakar Gadis Muda - New York: Tentara Sudan Selatan memperkosa kemudian membakar hidup-hidup sejumlah gadis di rumah mereka masing-masing dalam kampanye militer terbaru. Demikian disampaikan dalam laporan hak asasi manusia PBB, Selasa (30/6/2015).

Investigator PBB di Sudan Selatan (UNMISS) mengingatkan adanya "pelanggaran hak asasi manusia secara luas) berdasarkan laporan 115 korban dan saksi mata di Sudan Selatan.

Militer Sudan Selatan, yakni Pasukan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA), melancarkan operasi besar-besaran terhadap pemberontak pada April lalu. Pertempuran dahsyat kedua kubu meletus di distrik Mayom.

"Korban selamat dari serangan ini melaporkan bahwa SPLA dan tentara sekutunya dari Mayom melancarkan serangan terhadap populasi lokal yang menewaskan warga sipil, menjarah sejumlah desa dan membuat 100 ribu orang kehilangan tempat tinggal," tulis laporan PBB, seperti dikutip AFP.

"Sebagian laporan UNMISS difokuskan pada penculikan dan pelecehan seksual wanita dan gadis muda, beberapa dari mereka dilaporkan dibakar hidup-hidup di rumah mereka," sambung laporan PBB.

Perang sipil di Sudan Selatan meletus pada Desember 2013, saat Presiden Salva Kiir menuding mantan wakilnya Riek Machar sedang merencanakan pemberontakan.

Aksi kekerasan dari kedua kubu terus berlangsung, termasuk penculikan, perkosaan, pembakaran dan lain-lain.

"Skala dan cakupan aksi kekerasan dalam laporan ini mengindikasikan dalamnya rasa antipati yang melebihi perbedaan-perbedaan politis," tulis laporan PBB.

Menurut data PBB, dua per tiga dari 12 juta total populasi Sudan Selatan membutuhkan bantuan darurat.

Read more ...

6/30/2015

Sebelas Tentara Afghanistan Tewas dalam Penyergapan Taliban

Pasukan Afghanistan menggerebek sebuah rumah terkait adanya serangan terhadap pekerja konstruksi di distrik Karukh, Herat, Afghanistan, 17 Agustus 2013.

Sebelas Tentara Afghanistan Tewas dalam Penyergapan Taliban - Herat: Sedikitnya 11 tentara Afghanistan tewas dalam sebuah penyergapan kelompok militan Taliban di wilayah barat Afghanistan.

"Taliban menyergap sebuah konvoi prajurit di distrik Karukh provinsi Herat, menewaskan 11 tentara Afghanistan tadi malam. Para tentara sedang menaiki truk," ucap Ehsanullah Hayat, juru bicara pemprov Herat, kepada AFP, Senin (29/6/2015).

Najibullah Najibi, jubir militer di wilayah barat Afghanistan, mengonfirmasi serangan dan mengatakan empat tentara turut terluka dalam serangan.

Belum ada pihak yang mengklaim serangan, namun diduga kuat dilakukan Taliban. Sejak akhir April, Taliban melancarkan operasi bernama "Azm" (determinasi) terhadap pemerintah Afghanistan.

Pasukan keamanan Afghanistan kewalahan menghadapi Taliban tanpa bantuan pasukan NATO, yang menarik diri pada Desember lalu.

Usaha pemerintah untuk berdamai dengan Taliban hingga kini belum berbuah hasil.

Read more ...

6/29/2015

Serangan Roket dari Yaman Tewaskan Penjaga Perbatasan Saudi

Penembak jitu Arab Saudi bersiaga di gunung Al-Dokhan yang berbatasan dengan Yaman, 13 April 2015.

Serangan Roket dari Yaman Tewaskan Penjaga Perbatasan Saudi - Riyadh: Seorang penjaga perbatasan Arab Saudi tewas dalam sebuah serangan roket di area yang berbatasan dengan Yaman, Sabtu (27/6/2015) malam waktu setempat.

Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, seperti dilansir SPA, roket yang ditembakkan dari kota Jazan menewaskan Faisal Mohammed Belqasem Maqaadi dan seorang tentara lainnya.

Sejak Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman, peluncuran mortir di area perbatasan Arab dan Yaman kerap terjadi.

Sedikitnya 44 orang, termasuk warga sipil dan tentara, tewas dalam serangkaian insiden di perbatasan kedua negara.

Pekan lalu, tiga prajurit Arab Saudi dan seorang warga sipil tewas terkena roket dari negara tetangga.

Read more ...

6/27/2015

PM Kuwait: Serangan Bom di Kuwait untuk Goncang Persatuan

Jemaah Mesjid Imam Sadiq, Kuwait, berhamburan dari dalam aula setelah serangan terjadi

PM Kuwait: Serangan Bom di Kuwait untuk Goncang Persatuan - Kuwait: Warga Kuwait dikejutkan serangan bom yang menyasar Mesjid Imam Sadiq yang berada di bagian timur Ibu Kotanya. Perdana Menteri Kuwait, Syekh Jaber al-Mubarak al-Sabah meminta warganya untuk tetap bersatu.

Syekh Jaber mengatakan serangan yang menewaskan 25 jiwa ini sebagai upaya untuk persatuan bangsa Kuwait. Terutama dengan banyaknya kelompok pendukung ISIS yang mulai meningkatkan intensitas serangan di kawasan timur tengah belakangan ini.

"Tapi ini terlalu sulit untuk mereka (ISIS), dan kita jauh lebih kuat dibandingkan itu (serangan)," kata dia seperti yang dilansir dari BBC, Jumat (26/6/2015).

Emir Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah langsung datangi tempat kejadian setelah serangan yang juga melukai 202 jiwa ini terjadi.

Sebuah bom bunuh diri meledak di mesjid Syiah, Kuwait. Bom yang meledak saat ibadah salat Jumat itu setidaknya menewaskan 25 orang dan melukai 202 orang.

Menteri Dalam Negeri Kuwait mengatakan bom yang tersebut meledak di Mesjid Imam Sadiq, timur kota Kuwait. Kelompok yang terkait dengan ISIS menjadi dalang serangan di mesjid tersebut.

Setelah serangan, kelompok terafiliasi ISIS yang menamai dirinya Provinsi Najd mengklaim jadi dalang di balik serangan ini. Kelompok tersebut juga mengaku menjadi dalang serangan ke mesjid syiah di Arab Saudi sepekan belakangan.

Setidaknya sudah ada 3 serangan beruntun yang terjadi di beberapa negara dalam bulan Ramadan ini. Mulai dari serangan di pabrik Prancis, penembakan di pantai Tunisia dan serangan bom di ibukota Kuwait.

Serangan ini terjadi setelah juru bicara ISIS mendorong seluruh pengikutnya untuk meningkatkan serangan selama Ramadan.

Read more ...




Supported By Mael For You