2/02/2013

Damaskus kini kian Porak-poranda

Kabar Perang - Beirut: Damaskus Selatan dilanda serangkaian bentrokan baru pada Jumat (1/2), ketika tank menyerang kantong pemberontak di ibu kota Suriah itu, kata kelompok pemantau.

Di Suriah utara, kelompok bersenjata tak dikenal menembaki bus di Provinsi Aleppo dan menewaskan empat warga, tiga di antaranya mahasiswa, kata Pengamat Suriah untuk Hak Asasi Manusia. "Bentrokan baru terjadi di dekat kamp Yarmuk, sementara daerah itu diserang," kata pengamat tersebut, yang bergantung pada jaringan luas aktivis, pengacara, dan dokter sebagai pelapor.

Kekerasan di Yarmuk, yang sebelumnya rumah bagi sekitar 150 ribu pengungsi Palestina di Suriah, terjadi selama beberapa pekan, sehingga memaksa warga
mengungsi dari daerah itu. "Yarmuk bukan hanya rumah bagi rakyat Palestina, tapi juga bagi banyak warga Suriah, yang terpaksa menghindari kekerasan dengan mengungsi ke
tempat lain," kata pegiat anti-pemerintah dari Damaskus, yang menyebut diri Abu Yasser.

"Sekarang, mereka tidak lagi memiliki tempat aman untuk bepergian di ibu kota," katanya, dengan menambahkan bahwa keluarganya juga melarikan diri.

Di dekat ibu kota, tank menembaki kantong pemberontak, antara lain Yabrud, Irbin, Moadamiyet al-Sham dan Yalda, kata pengamat itu.

Sejak akhir musim panas tahun lalu, tentara melancarkan serangan sengit di kantong pemberontak di dekat Damaskus dalam upaya mencegah pemberontak
mendekati ibu kota. Di Provinsi Aleppo, militer menembaki Kota Sfeira setelah bentrokan antara pasukan dengan pejuang jihad, yang setia kepada Kelompok Al-Nusra, di kawasan itu pada Kamis malam. Dalam bentrokan itu, lima tentara tewas, kata kelompok pemantau.

Kota Homs di pusat Suriah juga digempur pada Jumat pagi, bagian dari pengepungan militer untuk mendesak beberapa distrik yang dikuasai pemberontak, yang telah berlangsung lebih dari enam bulan, kata pengawas. "Distrik Khaldiyeh diserang tank militer pada Jumat pagi,  beberapa ledakan juga mengguncang daerah itu," katanya.

Kekerasan di Suriah telah menewaskan lebih dari 60 ribu orang dalam 22 bulan belakangan, kata PBB.

No comments:

Post a Comment